Luka

sebuah balon merah yang kulepaskan
ke langit kelabu di kota ini
diterpa oleh angin entah ke mana tujuannya
bagai mimpi yang telah lama kutinggalkan

aku masih berdiri di sini
menghitung hari-hari yang kujalani
aku berbaring di kamar gelap ini
sambil menatap jendela

suatu saat, semuanya akan kembali
luka lama, luka baru, luka selanjutnya
suatu saat, semuanya akan kembali
tak peduli berapa lama aku mengobati luka ini
mereka akan muncul kembali lagi

ketidakpedulian orang membunuh yang lemah

tidak apa-apa, selagi kita menjilati luka satu sama lain
biarkan aku merasakan sedikit kehangatan ini darimu